Space Iklan Islami

KISAH ARAK YANG DI GANTI DENGAN MADU - KISAH ISLAMI

Posted by I S L A M A D I N A on 12.22.2016

Kisah Islami

Suatu hari, Omar Al-Khatab sedang bersiar-siar di lorong-lorong dalam kota Madinah. Di hujung simpang jalan beliau terserempak dengan pemuda yang membawa kendi. Pemuda itu menyembunyikan kendi itu di dalam kain sarung yang diselimutkan di belakangnya. Timbul syak di hati Umar Bin Khatab apabila terlihat keadaan itu, lantas bertanya, "Apa yang engkau bawa itu?" Kerana panik sebab takut dimarahi Umar yang terkenal dengan ketegasan, pemuda itu menjawab dengan gugup lalu Ia berkata benda yang dibawanya ialah madu.


Padahal benda itu ialah khamar atau minuman keras. Dalam keadaannya yang bercakap bohong itu pemuda tadi sebenarnya ingin berhenti dari terus minum arak. Dia sesungguhnya telah menyesal dan insaf dan menyesal melakukan perbuatan yang ditegah oleh agama itu. Dalam penyesalan itu dia berdoa kepada Tuhan supaya Umar Bin Khatabtidak sampai memeriksa isi kendi yang Ia bawa
yang jelas sebetulnya itu sangat dilarang oleh agama untuk mengkonsumsinya.


Pemuda itu masih menunggu dan belum pergi, lalu kemudian karena tidak percaya, Umar pun ingin melihat sendiri isi kendi itu. Rupanya doa pemuda itu telah dimakbulkan oleh Allah s.w.t. seketika itu juga, Allah telah menukarkan isi kendi itu menjadi madu. Begitu dia berniat untuk bertaubat, dan Tuhan memberikan hidayah, sehingga niatnya yang ikhlas, ia terhindar dari atau kemarahan Khalifah umar Bin Khatab, yang mungkin membahayakan pada dirinya sendiri kalau kendi itu masih berisi
khamar.


Allah berfirman:, 

"Seteguk khamar diminum maka tidak diterima Allah amal fardhu dan sunatnya selama tiga hari. Dan sesiapa yang minum khamar segelas, maka Allah Taala tidak menerima solatnya selama empat puluh hari. Dan orang yang tetap minum khamar, maka selayaknya Allah memberinya dari 'Nahrul Khabal'. 

Ketika ditanya, "Ya Rasulullah, apakah Nahrul Khabal itu ?" Jawab Rasulullah s.a.w., 

"Darah bercampur nanah orang ahli neraka ! "

 Subhanallah sahabat, begitulah Allah memberikan hikmah dan memberikan kita pelajaran bahwa ketika Allah berkata Kun Fa Yakun, Jadilah maka jadilah, subhanallah. Lalu apa yang kita tak yakini dan tak kita syukuri atas kenikmatan yang Allah berikan, nampaknya ketika kita berbicara syukur, Allah senantiasa memberi kenikmatan kepada kita hingga kita mampu menghiruf nafas di pagi hari hingga kita terbangun kembali.


Hukum Meminum Arak walaupun Satu TetesBagaimanakah hukum meminum arak walaupun cuma satu tetes,haram atau halal? boleh atau dilarang? mari kita sejenak membaca dengan seksama:Allah Subhanahu wata’ala berfirman :

“Sesungguhnya (minuman) arak, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbutan keji termasuk perbuatan syaitan, maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (Al Maidah :90).

Perintah untuk menjauhi adalah salah satu dalil paling kuat tentang haramnya sesuatu. Di samping itu, pengharaman arak sebagaimana disebutkan ayat di atasdisejajarkan dengan pengharaman berhala-berhala, yakni tuhan orang-orang kafir dan patung-patung mereka. Karena itu tak ada lagi alasan bagi orang yang mengatakan, ayat Alqur’an tidak mengatakan minuman arak itu haram tetapi hanya mengatakan jauhilah!!Dalam sunnahnya Nabi Shallallahu’alaihi wasallam mengabarkan tentang ancaman bagi peminum arak, sebagaimana yang diriwayatkan Jabir Radhiallahu’anhu dalam sebuah hadits marfu’:


“Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’alamemiliki janji untuk orang-orang yang meminum minuman keras, akan memberinya minum dariThinatul khabal” mereka bertanya : “ wahai Rasulullah, apakahThinatil khabalitu ? beliau menjawab : keringat ahli neraka atau cairan kotor (yang keluar dari tubuh) penghuni neraka (HR Muslim : 3/1587).


Dalam hadits marfu’ Ibnu Abbas meriwayatkan :

“Barang siapa meninggal sebagaipeminum arak, maka ia akan bertemu dengan Allah dalam keadaan seperti penyembah berhala” (HR Ath Thabrani, 12/45, Shahihul Jami’ : 6525)

Saat ini jenisminuman keras dan arak sangat beragam. Nama-namanya juga sangat banyak baik dengan nama lokal maupun asing. Di antaranya,bir, wiski, alkohol, vodka, sampanye, arak,dan sebagainya.Di zaman ini pula, telah muncul golongan manusia sebagaimana disebutkan Nabi Shallallahu’alaihi wasallam dalam sabdanya :

“Sungguh akan ada dari umatku yangmeminum arak, (tetapi) mereka menamakannya dengan nama yang lain” (HR Ahmad, 5/342, Shahihul Jami’ : 5453).

Mereka tidak menamakannya arak, tetapi menamakannya dengan nama lain, untuk menipu dan memperdaya orang. 


“Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri, sedang mereka tidak sadar” (Al Baqarah : 9).


Syariat Islam telah memberikan definisi agungtentang khamar(minuman keras), sehingga membuat jelas masalah dan memotong tipu daya, fitnah dan permainan orang-orang yang tidak takut kepada Allah. Definisi itu adalah sebagaimana di sabdakan Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam :

“Setiap yang memabukkan adalah khamar, dan setiap yangmemabukkan adalah haram” (HR Muslim : 3/ 1587).

Jadi, setiap yang merusak akal dan memabukkan adalah hukumnya haram, sedikit atau banyak, juga meskipun namanya berbeda-beda, sebab pada hakekatnya jenis minumannya tetap satu dan hukumnya telah diketahui oleh kalangan umum.Hadits yang mengatakan, 

“semua yang banyak jika memabukkan, maka sedikitpun diharamkan” [diriwayatkan Abu Dawud dengan No : 3681, tertera dalam Shahih beliau dengan no : 3128)

Yang terakhir dan ini merupakan wejangan dari Nabi Shallallahu’alaihi wasallam kepada para peminum Khamar, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :


“Barangsiapaminum khamar dan mabuk, maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh pagi, dan jika meninggal ia masuk neraka. (tetapi) manakala ia bertaubat, Allah akan menerima taubatnya. Dan jika kembali lagi minum dan mabuk, maka shalatnya tidak diterimaselama empat puluh pagi, jika meninggal ia masuk neraka, (tetapi) manakala ia bertaubat, Allah menerima taubatnya. Dan jika kembali lagi minum dan mabuk, maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh pagi, jika meninggal ia masuk neraka, (tetapi) manakala ia bertaubat, Allah menerima taubatnya. Dan jika (masih) kembali lagi (minum khamar) maka adalah hak Allah memberinya minum dariradghatul khabalpada hari kiamat” mereka bertanya : “Wahai Rasulullah, apakahradghatul khabal itu?beliau menjawab : “cairan kotor (yang keluar dari tubuh)penghuni neraka” (HR Ibnu Majah, 3377, shahihul Jami’ 6313)


Jika gambaran keadaanpeminum minuman keras adalah sebagaimana yang kita ketahui di muka, maka bagaimana pula dengan gambaran keadaan orang-orang yang melakukan sesuatu yang lebihkeras dan berbahaya dari itu, yakni sebagai pecandu narkotika dan sebagainya?

Blog, Updated at: 22.10.00

0 comments:

Posting Komentar

Terima kasih sudah Berkunjung Ke Blog Ini..Silahkan Berkomentar Asal dengan bahasa santun dan saling menjaga kesopanan.
Hidup Blogger Indonesia..!!!!

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

DIMANA ALLAH / TAUHID