Space Iklan Islami

Syarat Wajib Dan Syarat Sah Sholat - Hukum dan aturan Islam

Posted by I S L A M A D I N A on 11.30.2016

Syarat Wajib dan Syarat Sah Sholat

Syarat wajib shalat artinya syarat yang harus ada dalam shalat. Berikut orang yang memenuhi syarat wajib shalat sebagai berikut :

1 . Islam . Sholat tidak wajib bagi orang kafir, meskipun nanti ia akan disiksa dengan siksaan yang amat pedih karena meninggalkannya.
2. Berakal. Asy-Syafi’i berpendapat : apabila gila atau tidak sadarkan diri di seluruh waktu sholat, maka kewajiban shalatnya gugur. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW

“Diangkat pena untuk tiga perkara : orang yang tidur hingga bangun, anak kecil hingga dewasa, dan orang gila hingga berakal.”

3. Baligh. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Amr bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, 

“Perintahkanlah anakmu untuk melaksanakan sholat apabila usianya telah mencapai tujuh tahun, dan pukullah mereka (jika meninggalkan sholat) apabila telah mencapai usia sepuluh tahun, dan pisahkanlah tempat tidur diantara mereka (anak laki-laki dan anak perempuan).” HR. Ahmad, Abu Dawud dan Al-Hakim, ia menambahkan hadits ini shahih menurut syarat dari Muslim.

4. Sampainya dakwah, yaitu seruan (ajakan) Nabi SAW, seperti dalam firman Allah SWT “Dan kami tidak akan mengadzab sebelum Kami mengutus orang rasul.” (Al-Israa : 15)
5. Suci dari Haidh dan Nifas.
Sabda rasulullah : beliau berkata kepada fatimah binti abi hubaisy, “ apabila datang haid, tinggalkanlah shalat.” (riwayat Muslim)
6. Sehat jasmani dan rohani.



Syarat-syarat sah shalat tersebut adalah sebagai berikut :

1. Mengetahui masuknya waktu sholat.
Tidak mungkin kita shalat tapi tidak mengetahui waktu masuknya shalat, waktu shalat biasanya di tandai dengan azan terlebih dahulu agara bisa melaksanakan shalat di awal waktu. Sebagaimana firman Allah SWT : “Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya untuk orang-orang yang beriman.” (An-Nisaa’ : 103)
2. Suci dari dua hadats kecil dan besar.
Sebagaimana firman Allah SWT : “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah.” (Al-Maidah : 6)
Dan dari Abdullah bin Umar r.a, ia berkata, sesungguhnya Nabi SAW bersabda :

“Tidak diterima sholat tanpa bersuci, dan tidak pula shadaqah dari harta rampasan perang yang belum dibagikan.” (HR. Al-Jamaah kecuali Al-Bukhari)

Dan dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, 

“Tidak diterima sholat seseorang di antara kamu dalam keadaan hadats hingga ia wudhu.” Dikeluarkan oleh Abu Dawud dan A-Tirmidzi.

3. Sucinya baju, tubuh dan tempat yang akan digunakan untk shalat.
Sebelum melaksakan shalat perlu di perhatikan tentang kesucian tubuh kita sesuai tuntutan Islam. Tentang kesucian pakaian sebagaimana firman Allah SWT : 

“Dan pakaianmu bersihkanlah.” (Al-Muddatsir : 4)


Dan hadits dari Jabir bin Samurah r.a, ia berkata, aku mendengar dari seorang laki-laki bertanya kepada Nabi SAW, “Apakah aku boleh sholat dengan memakai baju yang telah aku pakai untuk mendatangi istriku (bersetubuh)?” Rasul bersabda “Ia boleh, kecuali engkau melihat ada sesuatu (bajis) maka cucilah baju tersebut.” HR. Ahmad dan Ibnu Majah dengan sanad perawinnya yang kuat.


Adapun dalil tentang keberishan tubuh adalah hadits dari Anas r.a, ia berkata bahwa Nabi SAW bersabda,
“Bersucilah dari air kencing karena mayoritas adzab kubur berasal dari sana.” HR. Ad-Daruquthni dan dihasankan olehnya, selanjutnya hadits Ali r.a ada lafazh, “Berwudhulah dan sucikanlah kemaluanmu.” (HR. Bukhari)

Selanjutnya tentang keberihan tempat yang akan digunakan untuk sholat adalah hadits dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, telah datang seorang Arab badui kemudian ia kencing di masjid, lalu para sahabat berdiri untuk memarahinya, maka Nabi SAW bersabda “Biarkan dia, dan siramlah kencingnya dengan air satu ember besar atau satu ember kecil, karena aku diutus kepada kalian semua untuk mempermudah bukan diutus untuk mempersulit kalian.” HR. Al-Jamaah kecuali Muslim.
4. Menutup Aurat.
Yang menjadi batasan aurat laki-laki adalah : antara pusar sampai lutut begitupun batasan aurat untuk hamba sahayanya, sebagaimana dalam firman Allah SWT :

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah disetiap (memasuki) Masjid, makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (Al-A’raf : 31)

5. Menghadap Kiblat. Sebagaimana firman Allah SWT :

“Maka palingkanlah wajahmu ke Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya.” (Al-Baqarah : 150)

Dan sabda Rasulullah SAW : 

“Apabila engkau (akan) melaksanakan sholat maka sempurnakanlah wudhu, kemudian menghadap ke kiblat dan bertakbir.” (HR. Muslim)

6. Niat.
Niat sholat harus seiring dengan takbiratul ihram, sebagaimana yang dijelaskan dalam firman Allah SWT :

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.” (Al-Bayyinah : 5)

Dan sabda Rasulullah SAW :

“Sesungguhnya setiap amalan ada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang diniatkannya.” (HR. Al-Jamaah)

Blog, Updated at: 22.55.00

0 comments:

Posting Komentar

Terima kasih sudah Berkunjung Ke Blog Ini..Silahkan Berkomentar Asal dengan bahasa santun dan saling menjaga kesopanan.
Hidup Blogger Indonesia..!!!!

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

DIMANA ALLAH / TAUHID