Space Iklan Islami

Indonesia akan menjadi negara pertama didunia mengalami krisis ekonomi terbesar apabila Rush Money terjadi.

Posted by I S L A M A D I N A on 11.22.2016

Rush Money 25 November 2016

Dapunta.Net - Isu Rush Money atau penarikan Uang tabungan dari beberapa Bank non syariah akan berdampak pada krisis ekonomi dalam skala besar. Lemahnya tingkat kepercayaan masyarakat terutama kaum muslim di indonesia terhadap sikap serta kinerja pemerintahan di tahun 2016 ini telah mendorong terjadinya gerakan penarikan uang secara massal pada beberapa Bank yang dikelola oleh golongan kapitalis dan sosial komunis, dampaknya adalah krisis ekonomi dan moneter di tahun 1998 akan terulang dan mungkin akan berdampak lebih besar dari sebelumnya.

Menurut pengamat ekonomi dari Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Padjajaran, Arie Pratama, dampak dari rush money ini tentunya dapat bersifat sistemik yaitu sama seperti krisis tahun 1997-1998 silam. Karena kondisi itu akan menyebabkan krisis likuiditas dan solvabilitas di dunia perbankan.

“Saat itu juga, pemerintah dan BI berupaya keras meyakinkan investor dan masyarakat bahwa sistem perbankan kita masih baik-baik saja,” jelasnya
“Jadi, tindakan rush money itu biasanya dilakukan jika masyarakat sudah kehilangan kepercayaan dengan sistem perbankan, misalnya karena krisis keuangan yang sudah parah tersebut,” imbuh dia.
Apalagi memang, dampak pemulihannya juga akan lama. Sehingga, tak hanya masyarakat yang akan merasakan efeknya, pemerintah juga merasakan akibat dari rush money itu.
Seperti diketahui, dampak dari pengusutan kasus hukum dari Gubernur DKI Jakarta non aktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang sudah menjadi tersangka kasus penistaan agama Islam dianggap publik Islam berjalan lamban.
gerakan Rush Money 25 November 2016

Kepala Ekonom Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih mengatakan, rush money itu terjadi jika masyarakat sudah tidak percaya lagi terhadap perbankan, misalnya bank akan mengalami kebangkrutan."Bank mau bangkrut, masyarakat akan mengambil seluruh uangnya di ATM, jadi kepercayaan ke bank tidak ada," ujar Lana saat dihubungi, Jakarta, Jumat (18/11/2016).
Menurut Lana, jika rush money tersebut terjadi maka pastinya perbankan di Tanah Air akan kekeringan likuiditas atau ketersediaan dana, yang akhirnya menimbulkan kepanikan di masyarakat.
"Dampaknya itu bank kurang likuiditas, masyarakat mengambil uang di ATM ternyata habis uangnya dan ini menjadi panik dan berbondong-bondong ke bank," Lana melihat, gerakan rush money cenderung dilakukan jika masyarakat sudah tidak percaya lagi ke perbankan dan bukan disebabkan kondisi politik.



Blog, Updated at: 19.17.00

0 comments:

Posting Komentar

Terima kasih sudah Berkunjung Ke Blog Ini..Silahkan Berkomentar Asal dengan bahasa santun dan saling menjaga kesopanan.
Hidup Blogger Indonesia..!!!!

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

DIMANA ALLAH / TAUHID