Space Iklan Islami

Geliat islam di pulau Dewata - Nyanyian Rindu akan Syurga Ilahi

Posted by I S L A M A D I N A on 10.31.2016

Kerukunan beragama saat hari raya nyepi di pulau bali
Tidak banyak yang mengetahui seberapa tua wajah islam di pulau Bali.
Beberapa versi sejarah menjelaskan bahwa islam pertama kali di bawa oleh beberapa santri yang ikut serta mengiringi kepulangan Raja Gel -Gel pertama dari kunjungannya ke kerajaan Majapahit ( 1380 -1460 M) dan versi sejarah lainnya menjelaskan bahwasannya islam di bawa oleh para pelaut Bugis pada abad ke 17 melalui hubungan perdagangan.

Kini islam di pulau Dewata Bali berkembang jauh lebih pesat seiring berdatangannya para usahawan , pekerja dan pengunjung dari luar pulau bali.
Yang lebih mengagumkan adalah kuatnya solidaritas kebersamaan serta kerukunan antar umat beragama, meskipun terkadang ada saja pihak tertentu yang ingin memprovokatori terjadinya kerenggangan hubungan demi kepentingan pribadi maupun golongan.
Pada beberapa tahun terakhir bergulir berita panas yang disebar oleh beberapa pihak tidak bertanggung jawab tentang diskriminasi islam di pulau bali, diantaranya pelarangan memakai hijab untuk para muslimah yang bekerja pada beberapa toko swalayan serta lembaga pemerintahan di bali.
Tentu saja berita tersebut memicu reaksi keras dari kalangan umat islam di luar pulau bali, sebagai tindakan solidaritas persaudaraan antar sesama umat muslim yang  tertindas. Namun setelah di lakukan beberapa penyelidikan ternyata berita tersebut terlalu dibesar besarkan dan semata mata disebarkan guna menjaring popularitas sekelompok pihak yang sedang melakukan pencitraan atas ambisi pribadi serta jabatan kekuasaan.
Jalinan silaturahmi antar umat beragama di Gel - Gel Bali.
Sungguh sangat disayangkan memang, demi sebuah ambisi pribadi ataupun golongan hingga berusaha mengorbankan hubungan kerukuanan antar umat beragama yang sudah terjalin sejak lama.

Penganut islam dipulau dewata bali adalah mereka yang memiliki toleransi tinggi serta senantiasa menghargai tradisi masyarakat asli bali pada umumnya. Tanpa melepaskan Aqidah islamiah namun tetap konsisten menjaga persatuan dan kerukunan dalam hubungan bermasyarakat yang mayoritas adalah penganut agama hindu bali.

Adakah bisa kita temui nilai keislaman seperti ini di daerah lainnya ?
Ketika islam dipakaian pada baju keseharian maka toleransi serta jalinan kekeluargaanlah yang di tampilkan dan apabila islam itu di pakaikan pada perbedaan Aqidah perbedaan pandangan agama maka prinsip " bagimu agamamu dan bagiku agamaku " yang di imani serta dijalankan.

Merekalah yang menjadi penerus Ajaran Rasulullah dengan pandangan bahwa Islam Adalah Rahmatan Lil Alamin.
Subhanallah..


Blog, Updated at: 22.10.00

0 comments:

Posting Komentar

Terima kasih sudah Berkunjung Ke Blog Ini..Silahkan Berkomentar Asal dengan bahasa santun dan saling menjaga kesopanan.
Hidup Blogger Indonesia..!!!!

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

DIMANA ALLAH / TAUHID