Space Iklan Islami

Ibuku seorang wanita muslimah tercantik

Posted by I S L A M A D I N A on 9.06.2016

aisyah

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (untuk berbakti kepada) kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun maka bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu dan hanya kepada-Kulah kembalimu.“ (Luqman: 14)


Sudah berapa banyak tenaga yang engkau habiskan wahai ibu hanya untuk menjaga dalam lelapku.
Sudah berapa banyak waktu yang engkau habiskan hanya untuk mengajariku akan arti dan nilai nilai kebaikan.
Dan sudah berapa banyak harta yang engkau hamburkan hanya untuk mencukupkan aku serta melihat senyum diwajah ini.
Sungguh....

Tak akan pernah ada balasan setimpal yang mampu anakmu gantikan meski seratus tahun lamanya perjalanan Ruh didalam raga ini.
Dan selamanya engkau akan selalu menjadi seorang wanita muslimah tercantik dalam hatiku.

Menjadi sebuah pelajaran untuk kita semua yang masih memiliki kedua orang tua , khususnya ibu yang saat ini kita bahas. Pergunakanlah waktumu sebaik mungkin dan berlakulah selemah lembut mungkin terhadap ibumu karena tak akan pernah mampu tergantikan curahan kasih sayang , perhatian , tenaga serta waktu yang telah dia berikan selama ini.

Sebuah renungan mendalam dari Firman Allah Swt :

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا ۚ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orangtuanya, ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah pula. Mengandungnya dengan menyapihnya adalah tiga puluh bulan….” (Al-Ahqaf: 15)
Begitupula isyarat mendalam dalam Sebuah Hadist Rasulullah Saw :

يا رسول الله من أحق الناس بحسن صحابتي؟. قال: أمك. قال: ثم من؟. قال أمك. قال: ثم من؟. قال: أمك. قال: ثم من؟. قال: أبوك

“Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk kupergauli dengan baik?” Beliau berkata, “Ibumu.” Laki-laki itu kembali bertanya, “Kemudian siapa?”, tanya laki-laki itu. “Ibumu”, jawab beliau, “Kemudian siapa?” tanyanya lagi. “Kemudian ayahmu”, jawab beliau.” (HR. Al-Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 6447)

Dan bila waktu telah memanggil , hanya terbujur kaku jasad tanpa daya. Hilang semua kesempatan diri untuk berbakti dan hanya tersisa penyesalan mendalam dialam yang gelap gulita.
Semoga Allah senantiasa merahkmati serta menjadikan kita semua anak anak yang berbakti terhadap kedua orang tua dan mendapatkan keridhoan dari orang tua atas hidup yang kita jalani saat ini..
Allahuma ameen

Blog, Updated at: 22.04.00

0 comments:

Posting Komentar

Terima kasih sudah Berkunjung Ke Blog Ini..Silahkan Berkomentar Asal dengan bahasa santun dan saling menjaga kesopanan.
Hidup Blogger Indonesia..!!!!

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

DIMANA ALLAH / TAUHID